Coretan Sederhana dan Manja

I.Rindu
Akankah rinduku kambuh?
Pada setiap sentak jalan di bentala ini.
Ingin diri ini ada dalam doamu yang tangguh wahai ibu.

Derap rinduku akan keningmu
Seakan berubah nyata dalam tangis pilu
Sepintas kisahmu kutulis dalam buku
Dengan rapinya aku puja akan namamu.

Aku hanya pribadi lemah tanpa ibu
Dan pun pribadi lemah tanpa Ayah
Namun aku kuat dengan doa mereka
Seakan aku tak hanyut dibawah derita payah.
Ragaku cinta akan mereka
Seakan nama hanyut dipanggil mesra
Sehingga kalimatku tak lagi berkata pasrah.

Aku kuat akan rindu ini
Kuatnya aku tebarkan dalam hati
Hingga pulang ternyaman masi kunanti
Baiknya ini kubawah dalam doa akan kalbu rindu.
Hingga aku takkan pasrah dalam juang ini
Sampai nanti misiku selesai.(Nano)

II. Kerja
Urat-urat di lengan harus lebih panjang dari waktu. Kelak terus ditarik dan tak akan putus
Keringat menetes dihantam teriknya raja langit
Urat membiru, kulit hitam legam
Keras terasa, berat dipikul.
Pontang panting pantang pulang
Lelah menerobos sum-sum tulang
Es kelapa muda dibayarkan. 
(12/9)

III. Waktu 
Datang lalu pergi dalam keheningan 
Pelan tersistematis menelusuri jejaknya
Hitung-hitungannya sama seperti kemarin
Namun memorinya tak pernah kembali
Pusaran segalanya adalah waktu.
(13/9)

IV. Diam
Lamat-lamat menjadi hitam saja
Hiruk-pikuknya sirna sekejap 
Lusuh diterpa angin muson
Keriput dihantam badai janji 
Jarak antara rumah dipersempit
Membisu diantara candaan tetangga
Berlapis-lapis lem direkatkan dibibirnya 
Diam membatu layak Malin Kundang (14/9)



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sedalam Apa Lagu "VERONIKA" di NTT?

Melodi Indah di Kampung Bungan