Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus 12, 2024

Cerpen Di Buritan Kapal

Gambar
Oleh: Fitriana Harianti Mahasiswi Universitas Triatma Mulya Bali Bertahun-tahun pendatang silih berganti. Pelabuhan Jangkar menjadi saksi atas akulturasi budaya, tentang kisah kisah cinta, para pencari kerja, tentang perbedaan bahasa, bahkan air mata.  Kakiku terseok saat meniti anak tangga kapal.  Petugas kapal: "Hati-hati dek kalau naik" Aku: "ia pak terima kasih" Aku bergeming, dan mencari nomor kamar untuk ditempati.  Tampaknya Aku merasa sangat bosan karena dari tadi sibuk memainkan ponsel dan kapal masih belum tolak karana menunggu beberapa penumpang lainya. Aku memojokkan diri di buritan dan potret beberapa foto panorama laut. Kini jam keberangkatan telah tiba, bunyi klakson kapal sudah terdengar. Aku melambaikan tangan untuk terakhir kalinya sembari mata yang sembab. Kapal terus memecah ombak dengan haluannya, melihat pelabuhan Labuan Bajo kini menjauh dan membawaku sampai terlihat mengecil bahkan tertutup oleh kabut.  Diam membisu seribu bahasa sepanj...

Berdoa Sembari Menikmati Senja di Gereja St. Agustinus Mok

Gambar
Momen romantis yang tercipta dari warna langit senja di ufuk Barat samping Gereja paroki St.Agustinus Mok ini merupakan capur tangan debu-debu di udara.  Lapisan warna diudara seringkali berbeda-beda tergantung kondisi cuaca kapan ia berpihak.        Selain debu, sinar matahari yang berada pada sudut miring lapisan langit menyebabkan distorsi. Lengkungan matahari pada langit sore menciptakan panorama romantis setiap insan, terutama bagi si Nana dan Enu yang ingin mengabadikan senja.        Biasanya lokasi yang bagus untuk melihat senja adalah di pantai. Namun sebenarnya semua lokasi akan memberikan gambaran senja yang cantik contohnya seperti senja di ufuk Barat samping Gereja St.Agustinus Mok ini.       Momen ketenangan ini seakan membawa raga pada suasana baru yang sangat amat langka, Itu semua tidak terlepas dari warna langit senja di ufuk barat samping Gereja paroki St.Agustinus Mok ini.      ...