Ayah
Ayah... Kerut di wajah tanda usia senja Rambut hitamMu telah memutih Raga perkasa mulai rapuh Melewati tapak kehidupan tanpa drama Mengubah aura menjadi gambaran nyata Tentang nama, tentang cinta, tentang pengorbanan, Dimana hati, dimana janji tak pernah engkau ingkari Ayah... Dalam sajak penuh rindu Dengan tatapan pilu nan sendu Engkau telah mengukir gambaran baru,di dunia nyata. Ketika malam kelam tidur mendengkur, ingin kutatap dalam-dalam wajah kusut nan jujur. Ayah... Mengapa engkau tak pernah menuntut balasan Aku yang dulu bagai lembaran putih tak bernoda dengan tangisan tanpa makna Sekarang telah kau tulis dengan tinta kebaikan, Kelak nanti kami bisa kembali merangkulmu. Agar mimpimu menjadi nyata Ayah.... Di bawah langit dan bumi yang sama Dengan lorong kehidupan yang beda Engkau berjuang mengejar angan Agar nanti darahmu yang engkau bagikan padaku Bisah meraih titik keringat kebahagiaan...