Ayah
Ayah...
Kerut di wajah tanda usia senja
Rambut hitamMu telah memutih
Raga perkasa mulai rapuh
Melewati tapak kehidupan tanpa drama
Mengubah aura menjadi gambaran nyata
Tentang nama, tentang cinta, tentang pengorbanan,
Dimana hati, dimana janji tak pernah engkau ingkari
Ayah...
Dalam sajak penuh rindu
Dengan tatapan pilu nan sendu
Engkau telah mengukir gambaran baru,di dunia nyata.
Ketika malam kelam tidur mendengkur, ingin kutatap dalam-dalam wajah kusut nan jujur.
Ayah...
Mengapa engkau tak pernah menuntut balasan
Aku yang dulu bagai lembaran putih tak bernoda dengan tangisan tanpa makna
Sekarang telah kau tulis dengan tinta kebaikan,
Kelak nanti kami bisa kembali merangkulmu.
Agar mimpimu menjadi nyata
Ayah....
Di bawah langit dan bumi yang sama
Dengan lorong kehidupan yang beda
Engkau berjuang mengejar angan
Agar nanti darahmu yang engkau bagikan padaku
Bisah meraih titik keringat kebahagiaan seperti yang kau dambakan.
(By; Madrid Sarong)
Komentar
Posting Komentar