Turnamen St.Agustinus Cup Buka Lagi, Emang Boleh Se-Rame Ini?
Sebagai pecinta sepakbola garis keras, saya sering up to date kegiatan turnamen bola tingkat kecil di ruang lingkup Stasi.
Walaupun bukan sebagai pemain, bola rasanya sudah menggila di kepala dan benak saya, ketika kegiatan itu saya ulas lewat tulisan.
Kegiatan yang berlokasi di Ketang, Desa Golo Tolang, Kec. Kota Komba, Kab. Manggarai Timur ini akan mempertemukan klub-klub muda dan klub-klub legenda.
Bukan juga mau sok. Bicara soal turnamen di sini, kalian pasti hanya mengingat nama klub-klub besar di Indonesia ataupun Eropa.
Eh, ternyata nama-nama klub tarkam juga tidak kalah menarik loh. Khusus di turnamen St.Agustinus Cup kali ini, kalian akan menjumpai klub bernama PSG FC, Mutiara, terus ada Global FC juga. Keren bukan?.
Btw, pada tahun 2025 ini, kembali digelar turnamen sepak bola tingkat Stasi dibawah naungan Paroki St. Agustinus Mok.
St Agustinus Ketang Cup III namanya. Unik, aneh, sekaligus mengundang pertanyaan. Yang pertama alasan kenapa aneh, itu lokasi kegiatannya berlangsung di luar wilayah Gereja Paroki. Ya karena Gereja Parokinya berlokasi di Mok Desa Mbengan.
Terus kenapa mengundang pertanyaan? Ya karena turnamen ini bukan sembarangan. Mulai dari klub yang berjumlah 50-an hingga antusias penonton yang tidak kalah meriah.
Antusias penonton yang kalian nonton di TV sama nonton di sini itu beda. Kalau di sini, selain nonton permainan, ada juga yang pantau Enu-Enu (panggilan manis untuk wanita di Manggarai).
Tapi bukan maksud untuk bahas itu. Hehehe. Tulisan ini khusus informasi buat kalian yang tidak pernah nonton di sini.
Supaya tidak lupa datang pada Minggu 18/5/2025 besok. Lokasinya di lapangan Ketang. Yang tidak tau Ketang. Jadi, Wilayahnya di Kota Komba Kabupaten Manggarai Timur.
Terus, satu hal yang sangat identik dengan turnamen sepak bola di sini adalah kehadiran Jersey andalan yang unik.
Jika kita lihat klub-klub besar, memang mereka mempunyai banyak Jersey, namun masih bisa kita tebak warna hingga motif jerseynya.
Tapi kalau di sini. Hampir tiap tahun berubah drastis. Mulai dari warna, nama klub, logo klub dan masih banyak lagi.
Tapi satu hal yang patut di apresiasi adalah kinerja anak muda dalam membuka peluang mencari bakat.
Turnamen St.Agustinus Cup III adalah wadah bertemunya klub-klub andalan, wadah bertemunya skil-skil untuk kemudian di asah bersama.
Namun, ada banyak keraguan yang hadir jika membuka turnamen di sini. Selalu saja ada yang sok jago hanya karena sudah dibius oleh moke (wae ripos).
Harapannya, turnamen St.Agustinus Cup III ini membawa perdamaian serta membantu mencetak pemain-pemain muda yang berkualitas.
Di akhir kata, tentu tidak banyak meminta, kita hanya butuh bimbingan dan kuasa Tuhan yang maha esa. Selamat berlaga. ***


Komentar
Posting Komentar