Kau dan Segenap Kecantikan Mu
Ada saat-saat waktu yang terselip di ambang kenanga
Saat kau tak mengenalKu membawa namaKu mengadu di sepertiga malamMu
Kala itu juga aku tak mengenalMu ,dibalik samar-samar mimpi malam
Apakah yang kau adukan itu? , Ah pikirKu terlalu menggapaiMu sepenuhNya
Saat-saat esok pagi dengan badai yang menggempul diudara, seakan badan kaku membatu
Aku mulai mengingat mimpi-mimpi malam yang telah berlalu, Kau kah itu?, huh wajarlah pagi itu aku rindu
Waktu berjumpa, kenangan pun tiba dengan sendiriNya
Kau yang melirik di balik jendela kayu, waktu itu serasa semesta merestui ;kataKu
Diam-diam dibalik langit malam dibawa lampu pelita yang bergoyang,
Semakin wajahMu nampak pada bayang lampu pelita,semakin ketakutan mengaduKu
Jika sewaktu-waktu kau merasa terbisik,Yakinlah Dinda; aku tau kau rindu
Ternyata kebisingan malam-malam adalah retakan mimpi yang terpatah di sepertiga malam
DindaKu, kau dan segenap kecantikanMu adalah Doa ayahandaMu
Teriakan Doa ibundaMu kala kau masih kecil adalah make up terindahMu kala itu
Setelah puisi-puisi ini habis di telan malam, Aku adalah yang kau rindu itu
Kini kau tak perlu mencariKu di koran-koran lokal,majalah lama,buku para penyair,atau apapun itu
Cukup bersanding di jendela kayu dan menatap lampu pelita itu
..............
Dunia Kita-Selamanya🌹
Mbengan Manise💚🌿

Komentar
Posting Komentar