Nyanyian Pohon Cengkeh
Mbaet tergantung di punggung,
Selek kope di pinggang,
Mbako maghit di tangan kiri atau
Si bawuk yg tak henti-hentinya menggonggong?
Apa yg paling kau ingin ulangi sob;
Pagi-pagi menghalau embun di dedaunan,
Ibu yg sigap menyalakan api di sekan,
Ayah yg sibuk sagi kope atau
Dirimu yg menghabiskan dua gelas kopi penyemangat untuk menghilangkan kantuk.
Apa yg paling kau rindukan sob;
Panggilan ibu untuk inu wae kolan gola,
Teriakan bocil untuk makan siang atau
Gerakan imi amas pura-pura tidak dengar panggilan tadi, padahal kaki su gemetar lambung pun ikut cemas.
Sob, lupakah kau pada speaker kecil yg mereka bilang zieng itu.
Teman sejati di pucuk pohon yg sedikit menari ditiup angin.
Sob, masih ingatkah nyanyian ayah di pucuk pohon?
Nyanyian khas nenggo yg paling merdu.
Tentang hidup dan mati,
Tentang cinta dan dicintai,
Tentang adat dab istiadat.
Namun kau dari pucuk pohon lainnya membalas ayah dengan nyanyian rapper;
Hidup dan mati atau cinta dan dicintai ada di tangan Tuhan. Tak perlu ditangisi.
Namun harga hasil bumi ada di tangan mereka. Naik dan turun urusan mereka.
Jadi kapan kita kaya?
Kau masih ingat to sobat?
Jarak pulangkan aku pada radi yang sandek di pun kopi.
BalasHapusJarak pulangkan aku pada liton yg basah oleh napun gola.
Jarak pulangkan aku pada mebere yang bewet di atas awan cengkeh.
Jarak pulangkan aku pada mbako maghit ema mbaoy.
Pulangkan aku pada teriakan ene mboy " aeww bo anak ko lau mai ata bai tara tuke singi laban trus wa pun ne kau, ata sai piran pele sakil angen bo bata ribok ko!, lero kali wa wa. singi ingi angas kau lau wa new. Sedangkan ema mboy dengan deketx santai dekat tunggku di temani sepa dan mbako maghit.
🤣 oe kenangan di Uma gulun ni e
BalasHapus