Postingan

Bapa Suci Pergi Tinggalkan Cinta; Sebuah Puisi Karya Rober Jemali

Gambar
Hari ini, dunia berduka. Air mata mengalir. Semua menangis. Seperti mawar tanpa wangi. Meratapi kepergian Bapa Suci, Paus Fransiskus. Ia telah berpulang kepada Bapa di Surga. Meninggalkan cinta dan harapan. Serta kasih yang tak lekang oleh suara keras zaman ini. Kehilangan Mu Bapa. Hati kami lara nestapa. Ada raga luka derita. Ada ribuan mulut haus dahaga kasih sayang sesama. Ada jutaan jiwa lapar cinta persaudaraan. Mengembara di padang pasir kering. Penuh debu dendam, Dibakar terik marah dan kobaran api senjata kesombongan. Adakah secercah cahaya di malam panjang ketakpastian? Adakah setetes embun kasih sayang di ladang pasir derita? Mungkinkah temukan oase cinta di gersang gurun hampa harapan? Kini kami diam Bapa. Menunduk sambil mengusap kepala. Betapa engkau tega tinggalkan kami dalam kebimbangan. Betapa engkau tega menyisakan cinta yang tak terbalas. Wahai Bapa Suci. Doamu, laksana nyala lilin bagi kegelapan malam duka lara kami. Kehadiranmu, menjadi obat luka derita kami. Solida...

Bung Elvis Jehama Itu Yang Mana e?

Gambar
Caption Foto : Bung Elvis Jehama Sedang Membantu Masyarakat Melewati Sungai  Pertanyaan pada judul tulisan ini sering kali menganggu tidur saya pada awal-awal sebelum pemilihan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kabupaten Manggarai Timur tahun 2024. Sejenak saya berpikir soal panggilan 'Bung' yang beredar di masyarakat. Dalam hati saya berkata "pasti Dia bukan orang sembarangan". Saya penasaran. Sampai-sampai cek di google, siapa tau ada pemberitaan tentang Bung Elvis. Saya temui foto yang beragam. Foto-foto itu hasil unggahan media berita online. Sambil menganggukan kepala, saya bergumam "Wah ternyata ini orangnya". Dari beberapa foto itu, saya melihat ada kesederhanaan yang tidak saya temui pada orang lain. Ditambah lagi dengan beredarnya foto Bung Elvis di facebook yang sedang duduk di atas keladi, semakin membuat saya penasaran. Terlepas dari situ, gema pemilihan DPR Kabupaten Manggarai Timur pun semakin berkumandang. Nama Bung Elvis kian menggema di ...

Kekompakan Bukti Kita Hidup Era Ini

Gambar
Bicara soal aksi damai kemarin di Kantor Desa Mbengan, tentu bukan momen yang sering terjadi. Saya secara pribadi tentu menganggap itu sejarah. Dan bukanlah hal yang mudah untuk sebuah kelompok masyarakat. Dengan hati berani dan dada yang lapang, warga Dusun Bungan dan Dusun Mok mencatat sejarah pertama kalinya. Bukan soal menjawab undangan klarifikasi. Tapi bagaimana kekompakan membawa spanduk aksi seperti itu. Selama ini saya jarang atau bisa dibilang belum pernah melihat momen seperti itu. Tapi semua bisa dibuat, asal ada kekompakan. Senin 24/3/2025, warga Bungan dan Mok menunjukkan kekompakan yang mungkin saja warga lain tidak bisa lakukan. Kalau untuk hadiri undangan semata, mungkin tidak terlalu. Tapi karena soal harga diri dan kehidupan, mereka melakukannya dengan berani. Saya salut atas itu. Sebagai anak muda tentu kami belajar kekompakan itu. Bahwa tidak semua hal bisa dilakukan sendiri. Namun melalui kekompakan, semua terasa begitu enteng. Dan satu yang perlu saya sampaikan ...

Biar Lambat Asal Tepat: Seumur Hidup Itu Lama

Gambar
Caption foto: Penulis, satu tahun lalu. Dua menit setelah saya matikan laptop, judul di atas seakan menari-nari di kepala saya. Entahlah. Ataukah mungkin menyuruh saya untuk menulis soal ini. Dibukalah aplikasi catatan di hp saya. Sederet tulisan ini bukan maksud saya untuk memberi tahu kalau saya sok nulis. Tapi lebih kepada bagaimana pelajaran hidup bagi yang belum berumah tangga. Benar. Seumur hidup itu lama. Tapi tidak banyak anak muda yang mau ambil jalan itu. Bicara soal judul, tentu tidak lari jauh dari kebiasaan, entah itu di lingkungan masyarakat ataupun di lingkungan keluarga. Ada banyak sekali problema hidup berkeluarga anak muda yang belum matang. Bisa dibilang hanya modal nekat. Hal itu terjadi ya karena terlalu buru-buru. Mereka cuma mau supaya apa yang mereka buat diakui oleh orang lain. Kita mulai dari pacaran saja. Banyak yang menjalani hubungan satu ini. Ada yang ketemu terus tiap hari, ada yang LDR. Ada yang cinta satu malam. Dan masih banyak lainnya. Ada sebagian or...

Minuman Keras Oplosan vs Pertamax Oplosan; Dukung Yang Mana?

Gambar
    Semakin hari ada saja yang aneh di Indonesia ini. Kalau dulu kita mengenal dan mendengar minuman keras oplosan, sekarang kita dikagetkan oleh berita Pertamax oplosan. Wah wah memang bangsa kita ini dipenuhi orang-orang kreatif. Jika minuman keras oplosan dapat menyebabkan kematian, lantas Pertamax oplosan ini menyebabkan apa? Kendaraan semakin kencang atau peformanya menurun. Jangan lupa cek kendaraan. Siapa tau luarnya oke tapi isi dalamnya sudah amburadul.  Berita mengenai skandal korupsi Pertamina menjadi headline utama di media sosial. Bagaimana tidak, 193,7 Triliun dikeruk habis-habisan oleh tersangka. Lah kok bisa korupsi uang sebanyak itu. Jangan heran, korupsi sudah menjadi budaya bangsa ini. Lihat saja foto dibawah ini yang saya ambil dari postingan kawan saya di Facebook.    Angka yang sangat fantastis. Bukan main memang bejatnya para koruptor. Dari gambar di atas kita berdoa, semoga tidak ada lagi pendatang baru yang masuk dalam klasme...

Kisah Inspiratif dari CEO Google Sundar Pichai

Gambar
Sundar Pichai sekarang menjabat sebagai CEO Google, dan mulai terkenal karena jabatannya tersebut. Pichai lahir di Tamil Nadu, India pada tahun 1972. Dia dikenal oleh karyawan Google sebagai seseorang yang selalu berhasil merealisasikan rencana menjadi kenyataan. Beberapa proyek yang sukses ditanganinya yakni browser Chrome dan Android. Sundar Pichai memang dikenal sebagai orang yang ramah, cerdas, dan pekerja keras. Ada sebuah kisah inspiratif dari pidato Sundar Pichai kepada anak buahnya. Ia berpidato tentang kisah inspiratif dibalik kecoa yang menjijikkan. Di sebuah restoran, seekor kecoa tiba-tiba terbang dari suatu tempat dan mendarat di seorang wanita. Dia mulai berteriak ketakutan. Dengan wajah yang panik dan suara gemetar, dia mulai melompat, dengan kedua tangannya berusaha keras untuk menyingkirkan kecoa tersebut. Reaksinya menular, karena semua orang di kelompoknya juga menjadi panik. Wanita itu akhirnya berhasil mendorong kecoa tersebut pergi tapi … kecoa itu mendarat di pun...

Mbaru Embo; Hunian Khusus Arwah Leluhur

Gambar
"Tulisan diCopy dari laman resmi nationalgeographic.grid.id pada Rabu 22 Januari 2025" Mok tidak hanya berstatus kampung tua. Tumbuh di punggung bukit, perkampungan itu hingga kini tetap menyisakan satu rumah adat bernama Mbaru Embo yang tidak pernah dihuni manusia. Keluarga suku Nanga sebagai ahli warisnya percaya, Mbaru Embo adalah hunian khusus arwah leluhur. Pasangan Embo Lenang dan Embo Teje diyakini sebagai tetua utama leluhur penghuni rumah adat itu. Perkampungan Mok sekaligus merupakan pusat Desa Mbengan di Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur. Lokasinya sekitar 30 kilometer arah utara Borong, ibu kota Kabupaten Manggarai Timur. Berkunjung ke Mok tidak sulit karena sudah terhubung jaringan jalan beraspal meskipun di sejumlah lokasi masih berlubang sehingga memaksa mobil atau sepeda motor yang melintas berjalan pelan. Sesuai dengan tuntutan adatnya, Mbaru Embo bertengger di ketinggian punggung bukit bagian hulu kampung. Bangunannya berko...