Minuman Keras Oplosan vs Pertamax Oplosan; Dukung Yang Mana?
Semakin hari ada saja yang aneh di Indonesia ini. Kalau dulu kita mengenal dan mendengar minuman keras oplosan, sekarang kita dikagetkan oleh berita Pertamax oplosan. Wah wah memang bangsa kita ini dipenuhi orang-orang kreatif. Jika minuman keras oplosan dapat menyebabkan kematian, lantas Pertamax oplosan ini menyebabkan apa? Kendaraan semakin kencang atau peformanya menurun. Jangan lupa cek kendaraan. Siapa tau luarnya oke tapi isi dalamnya sudah amburadul.
Berita mengenai skandal korupsi Pertamina menjadi headline utama di media sosial. Bagaimana tidak, 193,7 Triliun dikeruk habis-habisan oleh tersangka. Lah kok bisa korupsi uang sebanyak itu. Jangan heran, korupsi sudah menjadi budaya bangsa ini. Lihat saja foto dibawah ini yang saya ambil dari postingan kawan saya di Facebook.
Angka yang sangat fantastis. Bukan main memang bejatnya para koruptor. Dari gambar di atas kita berdoa, semoga tidak ada lagi pendatang baru yang masuk dalam klasmen liga korupsi Indonesia. Dana APBN yang digelontorkan untuk pembangunan IKN saja masih jauh dibawah total angka korupsi di atas. Lalu kita menyaksikan IKN begitu megah dan gagah. Ya apa jadinya jika uang-uang tersebut digunakan untuk pembangunan di seluruh Indonesia. Jalan ke kampungku mungkin bisa di keramik, hehehe. Kita tentu kaget dengan jumlah uang sebesar itu. Mereka pergunakan untuk apa dan untuk siapa. Ya jawabannya tentu untuk diri sendiri dan apa yang ada dalam diri sendiri tersebut.
Tindakan korupsi di Indonesia sudah mendarah daging. Setiap waktu selalu saja ada koruptor baru yang ditangkap dan di adili. Namun tak ada efek jerah. Jika kemarin koruptor X di penjara maka hari ini koruptor Z ditangkap dan diproses hukum. Begitu terus sampai selamanya . Apa yang kita harapkan untuk tahun 2045? Tentu generasi muda harus belajar untuk tidak masuk dalam kerangkeng yang sama. Menghindari sejauh mungkin kejahatan-kejahatan koruptor. Langkah kecil harus dimulai dari sekarang. Tindakan yang berbau korupsi kolusi dan nepotisme ditendang sejauh mungkin.
Kemarin viral hastag kabur aja dulu di media sosial. Bukan karena untuk mencari sensasi tetapi karena lahir dari kebosanan kaum muda meyaksikan apa yang terjadi di negeri ini. Tipu muslihat ada dimana-mana. Pengangguran adalah hal lumrah di kalangan anak muda. Situasi ini sangat tidak mendukung kepercayaan diri kaum muda untuk mengejar mimpi dan ketertinggalan. Jangan heran, keinginan kaum muda untuk keluar negeri menjadi kenyataan ketika menyaksikan kebobrokan di negeri ini. Kepercayaan terhadap kinerja pemerintah semakin menurun. Ah memang bosan tinggal di Indonesia.
Terakhir, mau pilih yang mana minuman keras oplosan ataukah Pertamax oplosan. Kalau saya tidak keduanya. Saya mau bikin konten di FB pro. Saling mengikuti dan lempar bintang. Jangan lupa salam interaksi ya Bunda.
Komentar
Posting Komentar