Biar Lambat Asal Tepat: Seumur Hidup Itu Lama
Caption foto: Penulis, satu tahun lalu.
Dua menit setelah saya matikan laptop, judul di atas seakan menari-nari di kepala saya.
Entahlah. Ataukah mungkin menyuruh saya untuk menulis soal ini. Dibukalah aplikasi catatan di hp saya.
Sederet tulisan ini bukan maksud saya untuk memberi tahu kalau saya sok nulis. Tapi lebih kepada bagaimana pelajaran hidup bagi yang belum berumah tangga.
Benar. Seumur hidup itu lama. Tapi tidak banyak anak muda yang mau ambil jalan itu.
Bicara soal judul, tentu tidak lari jauh dari kebiasaan, entah itu di lingkungan masyarakat ataupun di lingkungan keluarga.
Ada banyak sekali problema hidup berkeluarga anak muda yang belum matang. Bisa dibilang hanya modal nekat.
Hal itu terjadi ya karena terlalu buru-buru. Mereka cuma mau supaya apa yang mereka buat diakui oleh orang lain.
Kita mulai dari pacaran saja. Banyak yang menjalani hubungan satu ini. Ada yang ketemu terus tiap hari, ada yang LDR. Ada yang cinta satu malam. Dan masih banyak lainnya.
Ada sebagian orang mengaku bahwa pacar adalah jodoh masa depan. Namun tidak banyak juga yang seperti itu.
Yang lainnnya menjalani pacaran hanya untuk saling support. Saling menunjukan bahwa saya ada pacar. Supaya diakui orang lain.
Tak berhenti disitu. Pacaran anak muda sekarang, pasti aneh-aneh dan juga unik.
Aneh-aneh minta mau punya momongan hingga berumah tangga. Ini kan semacam kegagalan dalam percintaan. Karena ingat, pacaran tidak sesederhana itu.
Dan sebagiannya lagi mendefinisikan pacaran adalah sebuah tempat pelarian. Mereka menganggap pasangan mereka adalah gudang mencari solusi. Setelah itu ya ditinggal.
Sungguh aneh bukan?. Memang betul bahwa jaman membawa perubahan yang begitu signifikan. Sehingga hubungan seperti itu serasa cuman bercanda ria.
Berkeluarga itu seumur hidup. Tidak hanya sejam. Tidak hanya semenit. Lama dan butuh kematangan diri.
Sehingga, berbahagialah orang-orang yang hingga kini masih belum siap namun lebih kepada mematangkan diri agar lebih pantas.
Sehingga di akhir tulisan ini, saya mau ingatkan lagi. Jangan terlalu buru-buru menafsirkan masa depan pacar kita.
Karena mungkin saja dia bukan jodoh kita. Sekian. ***

Komentar
Posting Komentar