Sebuah Puisi
1. SUARAMU Suara balik berbolak balik Seperti suara gelombang air disamudra Kebingungan arah Ruangan air di atas daun talas yang selalu berganti arah membingungkan Kemarin kau ikrarkan Aku tidak merencanakan Menikahimu adalah sandi Suaramu sebagai saksi Dan bait-bait ucapanmu Begitu tegas aku dengarkan Walau relung hatiku penuh Sayatan luka seperti pedang Yang didadaku aku tetap Diam tetap aku saring Diam sabar dan sering menangis Tak seorangpun mengerti seperti sutradara cinta yg datang lalu pergi Mendung belum tentu hujan begitu cepat simpul keputusan tanpa memikir penyesalan Aku tidak merencana menikah denganmu Itukah suara hatimu yang kau lontarkan dan kau suguhkan seperti hidangan untukku. Aku bukan seperti kumbang petualang yg terbang hinggap sana sini menghisap madu mencari kehangatan,kenikmatan. Aku seberkas cahaya tuhan mencari teman hidup seperti Adam dan hawa biar sempurna saling mencintai...