Postingan

Sekeren Apa Bahasa Kepo-mu?

Gambar
Bai yang kita bilang tadi adalah tanda tiada berasal pu wa mai nai.     I ole terbaikmu adalah disaat meraju lelah dengan sikapnya saat itu.   Gereng agu aku yang paling romantis adalah disaat kita berjuang bersama melewati tantangan dunia.   Oleh Morin yang kita ucap itu ialah doa tulus sebab banyak cobaan yang pernah dihadapi.     Nuk paling istimewa ialah disaat rindu dengan dia yang bisa membuat kita iba.     Woe paling baikmu adalah dia yang masih lancar jaya berkomunikasi sampai saat ini.     Naba yang didambakan adalah sikap baiknya kita dengan sesama.     Mut Kia yang paling eksotis adalah disaat ketiadaan hal sama sekali pada diri sendiri.     Baling weki paling syahdu saat kita bersama menggapai hal untuk sejahtera.     Nukung paling dramatis saat menyelesaikan tugas tanpa tunda.     Ghos terharu yang diinginkan ialah setelah pencapaian panjang di hari yang melelahkan. ...

Kau dan Segenap Kecantikan Mu

Gambar
Ada saat-saat waktu yang terselip di ambang kenanga Saat kau tak mengenalKu membawa namaKu mengadu di sepertiga malamMu Kala itu juga aku tak mengenalMu ,dibalik samar-samar mimpi malam Apakah yang kau adukan itu? , Ah pikirKu terlalu menggapaiMu sepenuhNya Saat-saat esok pagi dengan badai yang menggempul diudara, seakan badan kaku membatu Aku mulai mengingat mimpi-mimpi malam yang telah berlalu, Kau kah itu?, huh wajarlah pagi itu aku rindu Waktu berjumpa, kenangan pun tiba dengan sendiriNya Kau yang melirik di balik jendela kayu, waktu itu serasa semesta merestui ;kataKu Diam-diam dibalik langit malam dibawa lampu pelita yang bergoyang, Semakin wajahMu nampak pada bayang lampu pelita,semakin ketakutan mengaduKu Jika sewaktu-waktu kau merasa terbisik,Yakinlah Dinda; aku tau kau rindu Ternyata kebisingan malam-malam adalah retakan mimpi yang terpatah di sepertiga malam DindaKu, kau dan segenap kecantikanMu adalah Doa ayahandaMu Teriakan Doa ibundaMu kala kau masih kecil adalah make up...

Sebuah Puisi

Gambar
1.  SUARAMU Suara balik berbolak balik Seperti suara gelombang air disamudra Kebingungan arah  Ruangan air di atas daun talas yang selalu berganti arah membingungkan Kemarin kau ikrarkan  Aku tidak merencanakan  Menikahimu adalah sandi  Suaramu sebagai saksi Dan bait-bait ucapanmu  Begitu tegas aku dengarkan  Walau relung hatiku penuh  Sayatan luka seperti pedang Yang didadaku aku tetap  Diam tetap aku saring  Diam sabar dan sering menangis Tak seorangpun mengerti seperti sutradara cinta yg datang lalu pergi Mendung belum tentu hujan begitu cepat simpul keputusan tanpa memikir penyesalan  Aku tidak merencana menikah denganmu  Itukah suara hatimu yang kau lontarkan dan kau suguhkan seperti hidangan untukku. Aku bukan seperti kumbang petualang yg terbang hinggap sana sini menghisap madu mencari kehangatan,kenikmatan. Aku seberkas cahaya tuhan mencari teman hidup seperti Adam dan hawa biar sempurna saling mencintai...

Berharap Pada Langit

Gambar
Doaku, doamu yang di rangkum menjadi doa kita selalu terdengar oleh langit.  Ini semua bukan rupa namun kisah aku dan kau menjadi kita untuk saling mengerti pada setiap insan yang kian lama menjerit. Dikala memohon jangan lupa memberi, itulah jawaban doa kita. Ketidak seimbangan akan salah satunya membuatmu kalah. Namun baik kita enggan keduanya tanpa lelah. Disaat pikiran merendahkan diri yakinlah Tuhan mendukung kita menjadi kuat. Akan selalu bersyukur pada setiap atma, Disitulah akan terbentuk raga bersimba ruah. Ragu-ragu ikoniknya kita hampaskan pada malam. Karena siang adalah bersyukurnya kita yang paling dinantikan. Anggapan angan kita jadikan bahan candaan yang memunculkan iba pada setiap pilu-pilu kisah. Jadikan sendu rima yang menghidupkan ksatria berwibawa hingga kau dipuji iba. Apakah kau berwujud arunika juang tanpa nama? Atau pahlawan sempoyongan namun berjasa? Uh jawabanmu itu akan memunculkan sinematik berharga dalam hidup ini. (By; Nano)

Ayah

Gambar
   Ayah...  Kerut di wajah tanda usia senja Rambut hitamMu telah memutih  Raga perkasa mulai rapuh Melewati tapak kehidupan tanpa drama  Mengubah aura menjadi gambaran nyata Tentang nama, tentang cinta, tentang pengorbanan,  Dimana hati, dimana janji tak pernah engkau ingkari Ayah...  Dalam sajak penuh rindu  Dengan tatapan pilu nan sendu Engkau telah mengukir gambaran baru,di dunia nyata.  Ketika malam kelam tidur mendengkur, ingin kutatap dalam-dalam wajah kusut nan jujur. Ayah...  Mengapa engkau tak pernah menuntut balasan Aku yang dulu bagai lembaran putih tak bernoda dengan tangisan tanpa makna Sekarang telah kau tulis dengan tinta kebaikan, Kelak nanti kami bisa kembali merangkulmu.  Agar mimpimu menjadi nyata  Ayah....  Di bawah langit dan bumi yang sama Dengan lorong kehidupan yang beda Engkau berjuang mengejar angan Agar nanti darahmu yang engkau bagikan padaku Bisah meraih titik keringat kebahagiaan...

Bocah Tengik

Gambar
Muka lugu sedikit lucu si bocah tengik Otak encer merangkai kata penuh mistik Obral janji dan sumpah yang sedikit licik Amarahnya  terpancar dan sangat picik Lincah dan lihai, sangat enerjik Merayu dalam sendu, ah munafik Si bocah tengik, kamu bukan? Gerak gerikmu seperti bayangan Menerobos masuk dalam angan-angan Anggapanmu mereka hanya mainan  Bisa diajak terbang sampai ke bulan Adakah siluet harapan untuk penyelamatan? Bocah tengik yang menarik bak batu akik Menari-nari mencari antiseptik  Ulu hati ditusuk balik sebuah badik. Yang cerdik penuh intrik diculik Suatu saat ditembak rudal balistik Kelak merupa barang eksotik dan antik Rahim suci melahirkan bocah tengik  Jiwa raga hidup dalam kebejatan sistemik Moral terdegradasi, fisik tercabik-cabik  Hancur lebur dikoyakan angin P asifik  Tidurlah dengan tenang di hotel prodeo.  

Dalam Kenangan

Gambar
Nak.... lembaran baru dimulai lagi  Seribu pengalaman terlewati  Bagai disayat sembilu dan ditikam belati Kadang suka dan duka dialami  Dan jatuh hancur hingga tak mampu berdikari lagi.... Ahhhh Tuhanku  Inikah petulangan yang tak bisa diulang? Ketika seorang datang lalu mengangkat kuingin terbang. Seketika tubuhku yang remuk kembali pulih. Dari dia aku bangkit kembali.  Namun takdir berkata lain. Dari bibir yang terucap dan pernah dikecup dari orang lain. Seribu janji berujar bagai buah pada musimnya.  Yang tak pernah ku ketahui bahwa kehormatan telah direnggut atas nama cinta, ketika raga dibaluti busana mewah tapi berlabel dosa. Ahhhh Inikah malaikat berupa iblis  Ataukah ujian berupa lisan. Tuhan kuingin berlari kembali untuk berhenti, sebab dia yang petik mawarnya lalu melemparkan pada kawanan domba yang tidak searah dengan mawar. Ah dosa terberatku adalah merawat luka yang pulih  namun pergi lagi. (By; Madrid Sarong)