Ada saat-saat waktu yang terselip di ambang kenanga Saat kau tak mengenalKu membawa namaKu mengadu di sepertiga malamMu Kala itu juga aku tak mengenalMu ,dibalik samar-samar mimpi malam Apakah yang kau adukan itu? , Ah pikirKu terlalu menggapaiMu sepenuhNya Saat-saat esok pagi dengan badai yang menggempul diudara, seakan badan kaku membatu Aku mulai mengingat mimpi-mimpi malam yang telah berlalu, Kau kah itu?, huh wajarlah pagi itu aku rindu Waktu berjumpa, kenangan pun tiba dengan sendiriNya Kau yang melirik di balik jendela kayu, waktu itu serasa semesta merestui ;kataKu Diam-diam dibalik langit malam dibawa lampu pelita yang bergoyang, Semakin wajahMu nampak pada bayang lampu pelita,semakin ketakutan mengaduKu Jika sewaktu-waktu kau merasa terbisik,Yakinlah Dinda; aku tau kau rindu Ternyata kebisingan malam-malam adalah retakan mimpi yang terpatah di sepertiga malam DindaKu, kau dan segenap kecantikanMu adalah Doa ayahandaMu Teriakan Doa ibundaMu kala kau masih kecil adalah make up...